Perhatian: Situs ini sedang berada dalam proses pengembangan

Arsip untuk kategori ‘Religi dan Kepercayaan’

HIDUP DAMAI DALAM KEBHINEKAAN1 DI TANAH JAWA SEBAGAI ALTAR atau “MESBAH” ALAM SEMESTA

Oct 21st, 2008 • Kategori: Religi dan Kepercayaan

HIDUP DAMAI DALAM KEBHINEKAAN1 DI TANAH JAWA

SEBAGAI ALTAR2 atau “MESBAH” ALAM SEMESTA

oleh Mgr. J. Sulanrka, SJ

Sarining wacana

Jejering manungsa ing tanah Jawa

Anyingkiri panembah brahala

Ati suci sumungkem mring Hyang Esa

Tumlawunging asih-tresna maring pepdha

Amemangun karyenak tyaing sasama

Alandesan warsisan adi mulya

Sekeng winasis para leluhur ing tanah Jawa

Kang limput ing olah suksma

Bawa lan sembah rasa cipta lan karsa

Berbudi bawa laksana

Baca selengkapnya »



MENCARI JEJAK DAKWAH ETNIS TIONGHOA DI JAWA ABAD 15-16 MASEHI

Oct 21st, 2008 • Kategori: Religi dan Kepercayaan

MENCARI JEJAK DAKWAH ETNIS TIONGHOA

DI JAWA ABAD 15-16 MASEHI

Oleh Muhammad Sulthon

PENGANTAR

Kiprah etnis Tionghoa di Indonesia menonjol dalam bidang ekonomi hingga kini. Hal itu tentu tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka juga punya peran pada bidang yang lain, seperti agama dan kepercayaan. Khusus untuk bidang agama, terutama kemungkinan mereka memiliki kiprah di bidang dakwah Islam didasarkan pada pemikiran bahwa sepanjang dapat ditemukan masyarakat Islam di kalangan mereka, maka tentu dapat diasumsikan ada gerakan dakwah oleh dan kepada mereka. Hal itu disebabkan, kegiatan dakwah dapat difikirkan sebagai kegiatan yang melekat dengan pelaksanaan ajaran Islam. Dakwah adalah pengamalan ajaran Islam yang bertujuan mempengaruhi orang lain.

Baca selengkapnya »



TABU NIKAH PADA FOLKLOR MASYARAKAT PERBATASAN DUA KABUPATEN (BANYUMAS DAN PURBALINGGA)

Oct 21st, 2008 • Kategori: Religi dan Kepercayaan

TABU NIKAH PADA FOLKLOR

MASYARAKAT PERBATASAN DUA KABUPATEN

(BANYUMAS DAN PURBALINGGA)

Oleh

Drs. Sugeng Priyadi, M. Hum.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Abstrak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabu nikah yang terdapat pada masyarakat perdesaan Purbalingga dan Banyumas menggambarkan fenomena pluralitas sosial budaya yang didasarkan atas legitimasi sosial politik. Tabu nikah yang timbul disebabkan oleh konflik-konflik sosial sebagai bentuk dari pelanggaran perkawinan incest, persaingan pengaruh, dan perang legitimasi. Dalam konflik-konflik tersebut, pihak Banjaranyar menjadi troublemaker. Selain itu, pihak Sambeng Kulon, Sambeng Wetan, Jompo Kulon, dan Jompo Wetan juga bisa dikategorikan sebagai troublemaker karena mereka terlibat konflik internal yang menjadikan mereka terpecah-belah. Tabu nikah di atas menunjukkan sesuatu yang dapat dimaknai sebagai gejala pergeseran dari cosmos menuju chaos. Namun, situasi chaos lebih dominan karena pergeseran itu belum atau tidak melahirkan cosmos yang baru sehingga selalu dalam posisi liminal atau ambang. Posisi tersebut bisa dijelaskan dalam rangka binary opposition yang bersifat relatif yang menghadirkan pihak ketiga yang menempati posisi liminal.

Baca selengkapnya »



SYI’IR ERANG-ERANG SEKAR PANJANG : SEBUAH KARYA SASTRA JAWA PESISIR KARYA KYAI SIRAJ (Suatu Tinjauan Eskatologis)

Oct 21st, 2008 • Kategori: Religi dan Kepercayaan

SYI’IR ERANG-ERANG SEKAR PANJANG : SEBUAH KARYA SASTRA JAWA PESISIR KARYA KYAI SIRAJ

(Suatu Tinjauan Eskatologis)

Dr. Muhammad Abdullah, M.A.

Fakultas Satra Universitas Diponegoro

Email : abu_nilami@yahoo.co.id.

ABSTRAK

Salah setunggaling karya budaya Jawi ingkang kalebet karya Sastra Jawa Pesisir inggih punika Sastra Syi’ir. Wonten ing lingkungan pesantren syi’ir kalebet satunggaling karya sastra pesantren ingkang taksih kathah ingkang remen maos utawi midhangetaken waosanipun. Bab punika saget dipun pahami sebab Syi’ir menika suraosipun kathah manfaatipun kagem sanak kadang santri ingkang remen kaliyan budaya Jawi pesisir punika. Karya sasra pesantren sanesipun ingkang ugi kathah ingkang remen ingih punika karya-karya kados (1) puji-pujian, (2) hagiography, (3) al-barzanji, (4) wirid, (5) hizb, lan ugi (6) wifiq. Hizb, wirid, lan wifiq menika satungaling karya sastra pesantren ingkang suraosipun ngemu bab mantra-mantra lan jampi-jampi kagem pengasihan lan kadigdayan kawula muda santri. Kadosto naskah-naskah bab masalah rohaniah (spiritual dimension of manuscript) ing lingkungan tradisi pesantren tradition, umpami (1) hizb nashar, (2) Hizb Nawawi, (3) Hiz Bahri, (4) Hizb Bukhari, lan (5)Hizb Ghazali.

Setunggaling Syi’ir ingkang kathah dipun waos ingih punika Syi’ir Erang-erang Sekar Panjang anggitanipun Kyai Siraj Payaman Magelang. Syi’ir aksara pegon menika isinipun mertelakaken bab kahananipun gesang lan siksa wonten akhirat. Umpaminipun Bab Rupane Ula (the existence of snake), Bab Melicete Kulit, Bab Mangsane Tunggeng, Bab Siksa Kubur, Bab Kamulyan ing Suwarga, lan, Bab Siksane Neraka. Sdaya bab sawau dipun terangaken anthi gamblang dipun awiti saking babagan siksa kubur gantos kahanan ngagesang wonten ing suwarga lan siksa neraka.

Baca selengkapnya »



KEJAWEN: SUATU SISTEM ISLAM SEBAGAI SOLUSI TANTANGAN ZAMAN

Oct 21st, 2008 • Kategori: Religi dan Kepercayaan

KEJAWEN: SUATU SISTEM ISLAM

SEBAGAI SOLUSI TANTANGAN ZAMAN

Oleh: Ir. Achmad Chodjim Shaleh, MM?

Semula judul yang diminta oleh Panitia adalah Islam Kejawen sebagai Solusi Tantangan Zaman. Untuk menghindari salah pengertian bahwa ada “agama Islam Kejawen” di luar agama Islam maka judul makalah diubah sebagai tersebut di atas. Sebelum masuk ke isi pokok makalah ini, perlu diperhatikan benar makna Kejawèn dan Islam yang menjadi landasan penulisan makalah ini.

Kejawèn [penulisan selanjutnya Kejawen] merupakan kata jadian yang dibentuk dari unsur kata ke+Jawi+an dan diucapkan ke-ja-wèn. Kata kejawèn sebagai istilah tidak ditemukan dalam kamus Basa Jawa. Bila kosa kata ini ditemukan dalam kamus, artinya justru daerah istimewa di Jawa atau daerah raja-raja Jawa, dan biasanya entri kata ini disamakan dengan kejawan. Dalam kamus Jawa Kuna, entri kejawan memiliki arti menjadi orang Jawa atau kejawa-jawaan (menyerupai perilaku orang Jawa).

Entri kata jawi tidak ditemukan di dalam kamus (bausastra) Jawa Kuna, tetapi ada di dalam kamus Jawa Baru yang merupakan kata halus atau krama dari kata Jawa, yang artinya orang atau bahasa Jawa. Meskipun tidak ada istilah kejawèn dalam berbagai kamus Jawa, namun sudah menjadi pendapat umum bahwa Kejawen atau yang sering disebut Islam Kejawen adalah agama Islam yang bersumber dari Alquran, Hadis, Ijma Ulama, dan Kias.i

Baca selengkapnya »