Perhatian: Situs ini sedang berada dalam proses pengembangan

Banyumas Sekarang

Curug Cipendok
Foto: Isro Adi Harso

Saat ini Banyumas berkembang menjadi salah satu kabupaten yang paling maju di Jateng. Kota Purwokerto menjadi pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat jasa dan pusat perdagangan dengan jumlah uang beredar tertinggi setelah Semarang dan Solo.

Pemerintahan terbagi menjadi 27 kecamatan yang membawahi total 331 desa dan kelurahan. Seluruh wilayah meliputi luas 132.759 hektar, dan hanya 18.811 daerahnya yang merupakan pemukiman. Bagian terbesar merupakan sawah, ladang, dan hutan perkebunan. Hanya terdapat 45% wilayah dataran yang terpusat pada bagian tengah dan selatan, dan sisanya merupakan daerah perbukitan yang subur.

Pariwisata merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Banyumas, sehingga kawasan-kawasaan wisata baru yang mengandalkan pesona keindahan alam dan budaya, terus dikembangkan seiring dengan kampanye pada kesadaran betapa unik dan berbedanya Banyumas. Konsep pariwisata sudah meninggalkan gaya klasik yang hanya mengandalkan keindahan alam, dan kini lebih mementingkan bagaimana mengajak pelancong mengalami Banyumas seutuhnya.

Sebagai daerah bekas jajahan berbagai kekuatan kerajaan Jawa dan Kolonial Belanda, dewasa ini Banyumas sedang berjuang untuk menemukan identitas daerahnya kembali. Letak Banyumas yang jauh dari pusat pemerintahan kerajaan dan pemerintahan kolonial Hindia Belanda, membuat mereka menciptakan identitas yang relatif lebih merdeka. Kini para pemikir kebudayan sedang menggali identitas lokal untuk menjadi sumber kekuatan baru dalam membangun Banyumas.