Sejarah

Depari merupakan kelompok pemikir (think tank) yang bertugas melahirkan gagasan bagi pengembangan pariwisata. Sebagai lembaga nirlaba di luar pemerintahan, Depari menjembatani kepentingan dunia swasta dengan program pemerintah. Depari juga menjadi mitra dalam bidang promosi.
Sejak berdiri tahun 1957, Dewan Tourisme Indonesia yang kemudian menjadi Dewan Pariwisata Indonesia (Depari), percaya bahwa pariwisata merupakan sektor yang vital bagi Indonesia. Pendiri Depari, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Presiden Mohamad Hatta, meyakini bahwa ekonomi Indonesia harus ditunjang sektor pariwisata. Pada masa kepemimpinan Ir Soekarno, presiden pertama Indonesia, Depari antara lain membantu penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.
Depari Banyumas mulai bekerja melalui Surat Keputusan Depari Jateng pada 26 Juli 2007. Setiap kepengurusan berjalan selama tiga tahun. Depari beranggotakan mereka yang telah berpengalaman menangani persoalan pariwisata. Mereka terdiri dari para akademisi, biro wisata, manajer perhotelan, pengusaha rumah makan dan restoran, pensiunan pegawai pemerintahan, seniman dan budayawan.
Website ini merupakan bagian dari program Depari untuk membantu calon wisatawan memperoleh informasi memadai mengenai berbagai tempat yang patut di kunjungi di Banyumas. Masukan Anda, para calon wisatawan, atau siapapun yang memiliki perhatian terhadap pariwisata, kami nantikan.


