Situs Batur Bedil

Situs Batur Bedil terletak di dusun Peninis, desa Windujaya, Kec. Kedungbanteng di tengah tengah areal hutan perhutani. Dinamakan situs batur bedil menurut ceritera masyarakat setempat pada masa revolusi fisik antara tahun 1945 1949 di lokasi situs tersebut pada malam hari sering terdengar suara yang menyerupai suara senapan (bedil ).

Sebenarnya situs tersebut adalah merupakan punden berundak dengan tiga teras, berfungsi sebagai tempat pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah , beroirentasi ke arah utara dan selatan ke arah gunung Slamet yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang. Di sebelah timur situs tersebut terdapat aliran sungai yang pada jaman prasejarah digunakan sebagai tempat bersuci sebelum menuju tempat pemujaan arwah nenek moyang.

Peninggalan di lokasi tersebut berupa batu kotak dengan bahan dasar batu andesit yang bentuknya hampir menyerupai yoni ( peninggalan masa klasik Hindu Budha ) yang berfungsi sebagai tempat sesaji pada masa prasejarah dengan ukuran lebar 40 cm, panjang 40 cm dan tinggi 31 cm. Disamping itu terdapat tatanan batu sebagai altar pemujaan. Luas situs lebar 12 m , panjang 12,7 m. Pengelolaan pemeliharaan situs tersebut dilakukan oleh Pemerintah Desa Windujaya. Kondisi situs masih asli dan terawat.

source: Banyumaskab.go.id