Monumen Hidup Universitas Jendral Soedirman "UNSOED"

Pada tahun enam puluhan, perguruan tinggi negeri di Indonesia masih sangat terbatas dan keberadaannya hanya di kota-kota besar seperti UGM di Yogyakarta, Ul di Jakarta, IPB di Bogor, ITB di Bandung dan perguruan tinggi lainnya. Oleh karenanya, para orang tua yang ingin mendukung putra putrinya melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi harus menyediakan biaya yang cukup besar baik untuk biaya studi maupun biaya hidup yang harus kost jauh dari orang tua. Berdasarkan hal tersebut, maka masyarakat di wilayah Banyumas berkeinginan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi untuk memenuhi harapan putra-putri masyarakat di Karesidenan Banyumas (Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara) yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.

Keinginan tersebut bergayut dengan keinginan masyarakat untuk mendirikan Monumen Hidup sebagai pernyataan hormat dan bentuk penghargaan kepada almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman atas jasa dan pengorbanan serta dharma bhaktinya kepada bangsa dan negara yang diwujudkan pada perang kemerdekaan Rl. 

Keinginan masyarakat yang semakin kuat untuk mendirikan perguruan tinggi juga mendapat dukungan Angkatan Darat. Dukungan tersebut juga sebagai wujud dan sumbangsih Angkatan Darat kepada masyarakat Banyumas yang telah berjasa dalam ikut serta menumpas gerombolan DI/TII di daerah Banyumas. Selain itu, semua keinginan masyarakat Banyumas untuk ikut serta berpartisipasi mendirikan perguruan tinggi adalah sebagai bentuk tanggungjawab dan keikutsertaannya menyediakan wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan Pembukaan UUD 1945.

Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka dibentuklah Panitia Pendiri Perguruan Tinggi (PPPT) yang kemudian dalam perkembangannya PPPT berubah manjadi Panitia Pendiri Universitas yang mengambil nama seorang putra Bangsa asal Banyumas yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman. Selanjutnya Panitia Pendiri Universitas menggunakan nama Panitia Pendiri Universitas Jenderal Soedirman (PP Unsoed). Berkat kegigihan PP Unsoed dan usaha-usaha yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Pembina UNSOED, maka melalui SK Menteri PTIP No. 121 tanggal 20 September 1962, berdirilah Fakultas Pertanian yang merupakan embrio berdirinya Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di Purwokerto. Fakultas Pertanian tersebut saat itu masih di bawah naungan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Atas Rahmat dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa, dan atas usaha yang gigih dari para Pengurus Yayasan PembinaUNSOED dengan dukungan masyarakat serta berbagai pihak, maka dengan Surat Keputusan Presiden No. 195 tanggal 23 September 1963 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan llmu Pengetahuan (PTIP) No. 153 tanggal 12 September 1963, lahirlah Universitas Negeri Jenderal Soedirman pada tanggal 23 September 1963 di kota Purwokerto. Peresmian berdirinya Universitas Negeri Jenderal Soedirman dilakukan oleh Menteri PTIP Prof Dr. Ir. Tojib Hadiwidjaya pada hari Minggu tanggal 27 Nopember 1963 di rumah dinas Residen Banyumas di Purwokerto.

Dalam perjalanannya Unsoed selalu berusaha mengembangkan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara lain melalui penambahan fakultas dan program studi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

blog comments powered by Disqus