BEGALAN

BEGALAN

Begalan adalah seni tutur tradisional yang digunakan sebagai sarana upacara pernikahan yang dilakukan oleh orang Banyumas. Begalan menggambarkan peristiwa perampokan terhadap barang bawaan dari besan (pihak mempelai pria) oleh seorang begal (rampok). Dalam falsafah orang Banyumas yang dibegal bukanlah harta benda melainkan bajang sawane nini penganten dan kaki penganten ( segala kendala yang mungkin terjadi dalam kehidupan berumah tangga pada mempelai berdua ).

Begalan dilakukan oleh dua orang pria dewasa yang merupakan sedulur pancer lanang (saudara garis laki-laki) dari pihak mempelai pria. Kedua pemain menari didepan kedua mempelai diiringi gending-gending banyumasan dengan membawa properti yang disebut Brenong Kepang, properti terdiri atas alat-alat dapur yang diberi makna simbolis, yang berisi falsafah jawa dan berguna bagi kedua mempelai yang akan menjalani hidup baru, mengarungi kehidupan berumah tangga.

Tanggapan begalan ini untuk perkawinan anak sulung dengan anak sulung, anak sulung dengan anak ragil adan anak ragil dengan anak ragil. Makna simbulis pada pementasan itu antara lain : pikulan melambangkan keseimbangan, ilir melambangkan memberikan suasana dingin apabila terjadi salah satu ada yang lagi marah atau kurang berkenan, dan lain-lain. Hingga kini begalan masih tumbuh subur diseluruh wilayah Kabupaten Banyumas.