GANTI JARO ROJAB

GANTI JARO ROJAB

Tradisi Ganti Jaro merupakan prosesi acara yang dielenggarakan setiap tahunnya oleh masyarakat di desa Cikakak, kecamatan Wangon, Banyumas dengan menggelar ritual ganti pagar bambu di komplek Masji Saka Tunggal Cikakak.

Ritual yang digelar setiap setahun ini memiliki makna yang dalam yakni untuk membersihkan diri dari sifat jahat.Para warga ini, sejak pagi telah berdatangan menuju makam Kyai Toleh yang terletak di area masjid saka tunggal. Mereka dengan suka rela membawa bambu yang akan digunakan untuk membuat pagar pengganti pagar yang lama.

Dengan bergotong royong, para warga ini membelah dan membersihkan bambu yang akan digunakan sebagai pagar. Rasa kebersamaan inilah, yang masih diperlihatkan warga saat hendak menggelar ritual ganti jaro rajab ini. Mereka saling berbagi pekerjaan. Ada yang memotong, ada juga yang membelah. Bambu-bambu ini dipotong dan dibelah dengan ukuran panjang sekitar satu meter. 

Sebelum dipasang, potongan bambu yang telah dibelah ini, kemudian dicuci terlebih dahulu. Pencucian dilakukan di sungai pintu masuk makam. Hal ini dimaksudkan agar bambu yang akan dipasang sebagai pagar, terbebas dari kotoran.Kemudian warga pun muali memasang pagar bambu.di mulai dari makam Kyai Toleh yang terletak di atas bukit.

Ada beberapa pantangan yang harus ditaati oleh warga saat membuat pagar bambu ini. Mereka dilarang berbicara dnegan suara keras, serta tidak boleh mengguanakan alas kaki. Sehingga, saat pengerjaan penggantian pagar bambu ini, tak terdengar suara warga. Yang muncul hanya suara dari pagar bambu yang dipukul warga.

Karena pengerjaan penggantian pagar bambu ini dilakukan oleh ratusan warga, maka pengerjaanya pun berjalan cepat. Bahkan, pagar bambu sepanjang 300 meter yang juga berada di lokasi taman kera ini, bisa diselesaikan dalam waktu dua jam.

Selain memiliki makna kebersamaan dan gotong royong, tradisi ganti jaro rajab ini juga untuk menghilangkan sifat jahat dari dalam diri manusia.